![]() |
Ketua Serikat Hijau Indonesia (SHI) Cabang maros, Andis Amir |
MACCANEWS -- Maros tidak hanya terkenal dengan wisata Bantimurung, sejak zaman Majapahit, Maros sudah terkenal sebagai salah satu penghasil beras di sulawesi selatan. Bukan hanya itu, Butta Salewangang menyimpan sejuta potensi alam seperti kawasan Karts yang "Cantik".
Karts merupakan gugusan pegunungan batu gamping yang menjadi bahan dasar untuk pembuatan semen dan marmer. Maka tak mengherangkan jika perusahaan raksasa seperti semen Bosowa dan semen China terpikat untuk melakukan ekspolitasi yang belakangan ini banyak menuai protes dari pemuda dan mahasiswa.
Gugusan karst-karst yang berbentuk menara ini merupakan karst terluas setelah karst China dan kawasan karts tercantik setelah karst Vietnam. Potensi ini merupakan anugrah sekaligus menjadi malapetaka jika tidak dikelolah dengan baik.
Peran segenap elemen masyarakat dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian karts ini, terkhusus kepada pemerintah, harus memikirkan kembali kontrak dengan semen China dan pemerintah harus mengevaluasi keberadaan semen Bosowa. apakah keberadaan perusahan ini telah meningkatkan kesejatrahan rakyat atau jangan sampai hanya memberikan kerusakan alam.
Sejauh ini penulis melihat bahwa pemerintah Maros tidak memiliki konsep yang utuh tentang Maros 50 tahun, 100 tahun atau 200 tahun kedepan. Pasalnya dari soal Karts ini terjadi tumpan-tindih, di satu sisi selalu mengkampayekan tentang destinasi wisata namun di sesi yang lain berbicara soal kawasan industri untuk menanbang Karts. Tentu keduanya tidak bisa berjalan beriringan.
Penulis sangat berharap agar Maros menjadi kawasan destinasi wisata. Alasanya jelas bahwa jika sektor pariwisata dimamfaatkan dengan baik maka "kecantikan" alam Maros bisa dirasakan oleh generasi 200 tahun yang akan datang, dan tetep menjadi penyumbang PAD yang besar. Secara geografis-pun Maros sangat strategis, mengingat Maros menjadi penyangga ibu Kota Makassar serta Bandara Sultan Hasanuddin Berada di Kabupaten Maros.
Berbedah halnya jika sektor industri yang dikembangkan, maka "kencantikan" itu tidak bisa dirasakan oleh generasi yang datang, meski menyumbang PAD yang besar dan instan namun tidak bisa terbarukan.
Kawasan Karst maros dan pangkep ini selain keindahanya dan menjadi incaran bagi banyak perusahan semen dan marmer juga memiliki nilai sejarah serta manfaatnya bagi kehidupan sehari - hari terkhusus bagi sektor pertanian, diketahui bahwa karst adalah galong air yang mampu menampung air bertahun-tahun dan tidak pernah habis selama masih dijaga dari oknum yang eksploitasi atau merusakkarst itu sendiri.(Jn)
0 komentar: