MACCANEWS -- Kekerasan pada anak dan perempuan, serta perdagangan manusia dan tindak korupsi, saatnya diakhiri. Seba kesemua tindakan tersebut berujung pada bui, bagi pelakunya dan penderitaaan berlarut bagi korbannya.
Hal tersebut ditegaskan bupati Bulukumba A.M. Sukri Sappewali, pada kegiatan Gerakan Anti Kekerasan yang dilaksanakan di Halaman SMA Negeri 8 Bulukumba, Senin (17/10/2016) siang.
Menurut bupati, kekerasan terhadap anak merupakan prilaku yg dapat merusak masa depan anak itu sendiri maupun masyarakat secara luas, sehingga saatnya stop kekerasan terhadap anak.
Bupati A.M. Sukri yang membacakan sambutan gubernur Sulsel, menyatakan selain kekerasan terhadap anak dan perempuan, narkoba juga menjadi musuh bersama yg harus diperangi.
"Seorang pecandu narkoba akan melakukan apa saja demi memenuhi hasratnya untuk mengkonsumsi narkoba. Untuk itu saya minta seluruh pelajar untuk menjauhi narkoba. Isilah kegiatan anda dengan kegiatan bermanfaat," tegasnya.
Usai mencanangkan gerakan anti kekerasan, Bupati bersama jajaran Pemkab Bulukumba mengikuti video conferenc dengan Gubernur Sulsel dan beberapa Kabupaten Kota di Sulawesi Selatan.
Dan kegiatan pencanangan ini ditandai dengan membubuhkan cap lima tangan oleh bupati Bulukumba A.M. Sukri Sappewali, pada kain putih simbol penolakan terhadap kekerasan. (Aso/Jn)
0 komentar: