MACCANEWS--Desa Karumpa di Pulau Karumpa, Kecamatan Pasilambena adalah desa terluar di wilayah pemerintahan Kabupaten Kepulauan Selayar, sehingga menjadi perhatian pemkab dan pemerintah pusat. Dibuktikan dengan penggolontoran Anggaran Dana Desa (ADD) terbesar tahun ini dari semua desa yang bersumber dari APBD dan APBN tahun anggaran 2017 sebesar Rp1,8 miliar lebih.
Desa Karumpa dan desa lainnya dalam membangun wilayahnya melalui potensi desa dari berbagai sektor, diantaranya pertanian dan peternakan, perikanan dan kelautan serta sektor Pariwisata.
Hal ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Karumpa, Nurla saat ditemui di Kantor Perwakilan Desa Karumpa, Benteng, Selasa (21/3). Desa Karumpa yang berpenduduk 2186 jiwa dari 527 KK dan 1100 lebih wajib pilih berdasarkan data terakhir tahun 2016 lalu.
Menurut Nurla, lima komoditi andalan Desa Karumpa diantaranya Kacang Ijo, Jambu Mente, Ubi Kayu serta Pisang. Kacang Ijo misalnya para petani Desa Karumpa dalam satu tahun mencapai hasil produksi antara 80 – 100 ton per tahun. Sementara produksi jambu mente, dalam satu tahun mencapai 50-70 Ton per tahun.
Lain lagi dengan produksi tanaman Ubi Kayu dan diproses menjadi Gaplek, masyarakat petani Ubi Kayu yang hanya ditekuni sekitar 270 Kepala Keluarga (KK) dari 527 KK Desa Karumpa, mampu memproduksi Gaplek antara 20. 000 – 30. 000 Kaleng pertahun. Selain itu produksi produksi Pisang mencapai antara 1000 – 1200 ikat per bulan.
Nurla mengatakan, pemasaran seluruh hasil pertanian warga Desa Karumpa sangat mudah, dimana pedagang datang langsung ke Pulau Karumpa dan petani menjual langsung ke Selayar hingga Surabaya dan NTT.
Sementar itu potensi perikanan, warga Desa Karumpa juga memanfaatkan potensi kelautan/perikanan yang ramah lingkungan dan mampu menghasilkan ikan kering serta pengelolaan ikan hidup. (dae)
0 komentar: