![]() |
Juri Lomba Karya Ilmiah Remaja |
MACCANEWS -- Buah Kundur atau Kundru dalam Bahasa Bugis yang selama ini dijadikan sebagai sayuran oleh masyarakat, ternyata dapat diolah menjadi body lation (pengharum dan penghalus kulit) yang tak kalah harumnya dengan body lation buatan pabrik terkenal.
Rahmat Solihin, Siswa Kelas 11 SMA Negeri 5 Parepare yang berhasil menemukan berkhasiat lain buah Kundur tersebut. Melalui kegiatan penelitian yang dilakukannya, Rahmat Solihin mampu menghasilkan kream penghalus kulit yang diakuinya telah dikonsumsi secara terbatas oleh keluarganya.
Hasil penelitian Rahmat Solihin berhasil menyita perhatian dewan yuri dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) 2016, yang berlangsung di Gedung Pramuka Parepare, Sabtu, 6 Agustus pekan lalu.
Kegiatan ini digelar Dinas Pendidikan Kota Parepare. Untuk tahun ini, tema yang diangkat terkait peningkatan kreativitas generasi muda dalam bidang Ilmu Pengetahuan (Iptek).
LKIR kali ini juga berhasil melahirkan beberapa karya ilmiah yang dinilai mampu diperlombakan ke tingkat nasional. Salah satunya penelitian manfaat daun sirsak guna mengobati kanker dengan mengolah daun sirsak menjadi abon layaknya abon ikan.
Seluruh peserta wajib melalui tiga kriteria tahapan penilaian, yakni administrasi yang meliputi teknik pengetikan, penggunaan bahasa, dan struktur penulisan.
Setelah itu, dilakukan dewan yuri melakukan penilaian isi kandungan hasil penelitian, yang meliputi tingkatan daya inovasi/kreasi, manfaat serta keaslian hasil penelitian.
Para peserta juga wajib mempresentasikan dan mempertahankan hasil penelitian mereka di depan dewan yuri, yang terdiri dari Dr Zaid Zaenal, Eko W Aryadi, dan Arwah Rahman.
Ketua Dewan Yuri, Dr Zaid Zaenal, mengatakan, LKIR merupakan upaya Pemerintah Kota Parepare dalam hal ini Dinas Pendidikan mendorong semangat berpikir sistematis dan inovatif di kalangan remaja Parepare.
Zaid Zaenal mengakui, minat remaja melakukan kegiatan penelitian masih sangat minim. Untuk tahun ini, hanya ada lima sekolah yang mengirimkan perwakilan.
"Yang terbanyak SMA Negeri 5 Parepare. Mereka mengirimkan empat perwakilan," kata Zaid Zaenal, di temui di sela-sela kegiatan.
LKIR ini diharapkan dapat digelar setiap tahun dan menjadi pionir bagi kompetisi ilmiah remaja setingkat SMA/SMK dan Madrasah Aliah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuaran (Dikmenjur), Arifuddinm menjelaskan, penyelenggaraan LKIR merupakan wujud nyata upaya Dinas Pendidikan Kota Parepare mendukung upaya pengembangan budaya riset ilmiah di kalangan generasi muda.
Ia berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa dan semangat meneliti di kalangan anak muda. “Kita berharap, di tahun-tahun mendatang jumlah peserta LKIR semakin meningkat dan mampu menghasilkan karya-karya ilmiah yang mampu diperlombakan hingga ke tingkat nasional dan internasional,” katanya.(R4/Jn)
0 komentar: