Kedudukan usaha kecil dan menengah sektor pangan memiliki peran yang vital, sebagai salah satu mata rantai distribusi pangan yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak.
Persoalan kualitas, seperti higienitas atau kebersihan dan keamanan pangan harus menjadi perhatian para pelaku UKM yang berada di lorong.
Oleh karena itu, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Makassar menggelar Pembinaan Keamanan Pangan Bagi UKM Lorong diselenggarakan di Hotel d’Maleo, Jalan Pelita Raya. Kamis (28/3/2019).
Kasi Kelembagaan dan Informasi DKP, Zulfikar Dien mengatakan, produk pangan berpotensi terkontaminasi cemaran yang dapat mempengaruhi kadar keamanan pangan.
Dia menambahkan, mulai dari proses produksi, distribusi sampai dengan penyajian, semuanya harus sesuai dengan standar keamanan pangan.
“Makanya kita ingin memberikan bagi pelaku usaha pangan dalam melakukan penanganan produk pangan sesuai dengan standar keamanan pangan,” ungkap Zulfikar Dien.
Menurutnya, sebagai unit usaha yang paling dekat dengan masyarakat, pelaku usaha lorong perlu dibekali pengetahuan dan kemampuan teknis dalam menjaga pangannya.
Diketahui, di lorong-lorong Kota Makassar menjadi produsen produk pangan melalui Badan Usaha Lorong (BULo). Tercatat ada ribuan lorong yang menjalankan program ini.
“Sebab ini berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, dan pemenuhan pangan keluarga yang berkualitas. Jadi harus diterapkan hingga unit-unit usaha terkecil, termasuk di lorong,” jelasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Ahmad Kafrawi menegaskan, zat-zat berbahaya bisa saja mencemari produk. Dia meminta agar produk pangan agar betul-betul dijaga dan dipelihara sesuai standar keamanan.
“UKM memiliki andil yang besar bagi pertumbuhan ekonomi. Bukan hanya aspek ketersediaan saja yang perlu perhatian kita semua, tapi juga soal keamanannya. Hal ini demi mewujudkan Kota Makassar yang aman pangan,” pungkasnya.
0 komentar: