MACCANews --- Prahara di partai Nasdem dinilai makin rumit, jika Indira Mulyasari Paramastuti berada di posisi menguntungkan, Cicu alias Andi Rahmatika Dewi justru berada di zona rawan.
Pasalnya, pasca Indira dipaketkan dengan petahana Danny Pomanto di Pilkada Makassar, posisi politiknya dinilai langsung powerful.
Selain bakal punya pasangan,
dengan mendampingi petahana, Indira juga diuntungkan dengan koalisi masa depan yang dihuni mayoritas parpol di parlemen Makassar. Parpol pengusung DP.
Apalagi koalisi tersebut saat ini sedang aktif berkonsolidasi untuk flatform kerja menghadapi event pilkada tahun depan.
"Sedang Cicu, menghadapi tantangan berat, sebab secepatnya harus menentukan pasangan dan harus meyakinkan partai lain untuk koalisi," kata Aswar Hasan, pengamat politik dari Universitas Hasanuddin, Minggu (8/10/2017)
Menurut dosen fisip unhas tersebut, adanya manuver politik yang diarahkan ke Nasdem membuat rivalitas sesama kader. Aswar juga meyakini langkah politik DP tersebut karena menerima isyarat dukungan dari elit nasdem sendiri.
"Bahwa Pak DP yang sebenarnya dilirik oleh DPP untuk Pilkada Makassar, makanya Pak DP percaya diri melakukan manuver untuk memantapkan posisi politiknya," ungkap Aswar.
Aswar menambahkan, dengan kondisi tersebut membuat posisi DP kini berada diatas angin. Selain itu, menambah kepercayaan diri para partai pengusung untuk segera bekerja memenangkan Pilkada Makassar.
Senada, politisi PAN Makasaar, Hamzah Hamid, menilai, jika Cicu tidak segera memenuhi syarat yang tertuang dalam rekomendasi yang diterimanya, maka tidak menutup kemungkinan Indira yang akan mengendarai partainya nanti.
"Kalau itu terjadi maka Nasdem bisa bersama kami, bergabung dalam koalisi masa depan," katanya.
0 komentar: