Komisi E DPRD Sulsel melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah dalam rangka memantau persiapan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
Anggota Komisi E Sri Rahmi mengatakan, yang menjadi keluhan penyelenggara adalah aliran listrik dan biaya jaringan internet. Sementara ini mereka (sekolah) menggunakan saluran Indihome yang diperuntukkan konsumsi private, sementara untuk corporate Telkom sangat mahal.
Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan agar pemerintah bisa bekerjsama dengan Telkom agar bisa mendapat jaringan yang baik saat pelaksanaan UNBK. Menurut Sri Rahmi, Indihome Rp400 ribu per 10 mega sementara corporate Rp4 juta per 1 mega.
Dalam dialog, terungkap bahwa salah satu kendala teknis UNBK adalah pengiriman jawaban ke server pusat, dimana butuh sehari baru bisa tembus pengirimannya. Untuk disabilitas, ada tiga siswa yang akan ikut UNBK tahun ini dan SLB-nya menjadi penyelenggara mandiri UNBK.
Secara umum, laporan dari ketua MKKS SMK/SMA A. Kampiri menyampaikan ada 17 SMK dan 17 SMA yang siap ikut UNBK tahun ini yang akan dilaksanakan tanggal 3-6 Maret.
Sementara secara umum, Sulsel hanya mampu mengikutkan 50% SMU untuk UNBK tahun ini karena kendala teknis jaringan listrik dan internet. (sk)
0 komentar: