Adalah Rahmat (13) putra Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Koperindag Maros, Danial. Rahmat yang merupakan pindahan dari SMP 1 Maros ini didampingi ibu kandungnya, Karmini melaporkan gurunya dengan laporan dugaan penganiayaan pada hari Senin (31/10/2016).
Karmini (orangtua Rahmat) mengatakan, terduga pelaku telah beberapa kali memukul putranya dengan menggunakan tangan. Akibatnya, Rahmat mengalami luka lebam di bagian wajah, leher dan pundak, Selasa (2/11/2016).
"Saya tidak persoalkan kalau anak saya dipukul untuk kebaikan. Yang saya tidak terima, anak saya dinjak-injak oleh gurunya, saat jatuh ke lantai setelah ditonjok. Itu yang membuat saya keberatan," katanya saat ditemui di Polsek Turikale usai menjalani pemeriksaan.
Rahmat menjelaskan awal dipukulnya. Sekitar pukul 11.00 wita, ia keluar dari ruang kelas untuk mengambil jam tangannya yang sedang dipinjam temannya. Saat itu oknum guru tersebut belum masuk ruangan.
"Saat saya keluar, belum ada guru. Tapi saya masuk ke ruangan, adami itu guruku. Dia langsung menonjok saya di bagian wajah, leher dan pundak. Saat saya jatuh, nainjak- injakka lagi. Banyak temanku yang lihat," ujarnya.
Setelah itu, Rahmat melaporkan hal tersebut ke Kepala SMP Al- Islah, ustas Amin. Namun laporan tersebut tidak digubris. Rahmat lalu pulang ke rumahnya di Kompleks Perumahan Papan Lestari, Kelurahan Bontoa, Mandai dan menyampaikannya ke orangtuanya.
Hanya saja, dia baru melapor Senin malam di Polsek Turikale. Dia juga sudah divisum oleh dokter RSUD Salewangang Maros. Saat ini masih menunggu hasilnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala SMP Al- Islah Adatongeng, ustas Amin mengaku belum mengetahui persis dugaan penganiyaan tersebut. Dia sudah memeriksa guru Bahasa Indonesia, ustas Darman.
Pihaknya bersedia menghadiri panggilan polisi untuk dimintai keterangannya. Dia juga tidak mempermasalahkan, jika pihaknya dilapor ke Polisi. (Aam/yudi)
0 komentar: