![]() |
Andi Ikhwan Edy yang mengeluhkan keberadaan ambulance di puskesmas Bonto Bangun yang tidak stand by |
MACCANEWS -- Keberadaam mobil ambulance baik di RSUD maupun di Puskesmas seharusnya selalu di stand by kan, karena sewaktu waktu dibutuhkan untuk mengangkut pasien.
Tetapi hal ini tidak berlaku di Puskesmas Bonto Bangun Kecamatan Rilau Ale Bulukumba. Seperti disampaikan Andi Ikhwan Edy kepada Maccanews Kamis siang (8/9/2016), pada Rabu malam kemarin sekitar pukul 24.00 wita, dia membawa orang tuanya ke Puskesmas Bonto Bangun karena tiba-tiba ayahya diserang penyakit sesak napas.
Setiba di Puskesmas Bonto Bangun, petugas UGD berusaha memberi pertolongan, namun kata Andi Edy, malam itu tidak tersedia oksigen, sehingga ayahnya harus dirujuk ke RSUD HA. Sulthan Dg Radja untuk mendapatkan pertolongan.
Namun, pada saat hendak dibawa ke RSUD, ternyata mobil ambulance tidak ada ditempat dan menurut Andi Edy mobil ambulance dibawa pulang ke rumahnya Arwan yang menjabat KTU di Puskesmas itu.
Karena ayahnya makin sesak, Andi Edy berinisiatif membawa ayahnya ke Puskesmas terdekat di Tanete Kecamatan Bulukumpa dengan menggunakan mobil Avanza.
"Semestinya ayah saya Andi Sudirman Amkas, baring diatas mobil, tetapi karena tidak ada ambulance, ayah saya terpaksa duduk diatas mobil dengan kondisi sesak nafas," ungkap Andi Edy.
Setahu dia, di puskesmas Bonto Bangun ada dua unit mobil ambulance, tetapi anehnya tak satupun yang di stand by kan di puskesmas. Padahal seharusnya semua mobil ambulance harus selalu stand by, bukan malah dipakai pulang ke rumah.
"Yang pasti satu unit dipakai seperti mobil pribadi oleh KTU, parahnya rumah KTU jauh dari puskesmas, sehingga jika mobil itu dibutuhkan, sulit didapatkan. Makanya saya minta kepada bupati Bulukumba agar menegur pejabat yang menggunakan ambulance secara pribadi, ini tidak boleh dibiarkan karena ambulance sudah jelas peruntukannya," tegas Andi Edy.
Sementara itu Kepala Puskesmas Bonto Bangun dr. Hj. Wahyuni Nakka yang dikonfirmasi Kamis siang tadi via ponselnya, mengaku kalau puskesmas yang dipimpinnya mendapat dua unit ambulance, satu diantaranya mobil baru dan satu lagi digunakan untuk kegiatan operasional.
Hanya saja, Wahyuni mengaku kalau Rabu malam kemarin tidak ada pasien yang masuk atas nama Andi Sudirman. Namun Wahyuni mengakui kalau nama itu masih ada hubungan keluarga dengan dia. Ditanya soal ambulance yang tidak stand by, Wahyuni menjelaskan, pada malam itu, satu unit ambulance sedang membawa pasien ke RSUD Bulukumba, sedangkan yang satunya lagi, dibawa pulang ke rumahnya Arwan, KTU Puskesmas Bonto Bangun.
"Sudah berapa kali saya selalu tegur, agar mobil opersional jangan dibawa pulang, karena sewaktu-waktu bisa digunakan mengangkut pasien, seperti yang dikeluhkan Andi Edy," Ujar dr. Wahyuni. (R18/Jn)
0 komentar: