MACCANEWS -- Pemberangkatan Kelompok Terbang (Kloter) 1 Jamaah Calon Haji dari embarkasi Makassar menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 1101 terpaksa karena ada kendala teknis yang dialami oleh pesawat yang akan membawa para JCH Kloter 1 tersebut.
Jadwal keberangkatan yang sedianya pada pukul 09.40 Wita mengalami keterlambatan pemberangkatan hingga kurang lebih 6 jam.
Saat dikonfirmasi, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Abdul Wahid Thahir membenarkan adanya keterlambatan pemberangkatan JCH tersebut.
"Memang ada keterlambatan penerbangan untuk Kloter 1 karena ada kendala teknis, tapi tetap akan diberangkatkan hari ini (kemarin). Kita perkirakan jam 16.00 Wita sudah bisa diberangkatkan," terang Wahid Thahir, kemarin.
Sebelumnya, saat melepas keberangkatan 450 orang JCH Kelompok Terbang (Kloter) 1 embarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang Makassar pada Senin (8/8/2016) malam, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang menilai bahwa petugas pemberangkatan JCH tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Menurut mantan Ketua DPRD Sulsel itu, petugas pemberangkatan JCH tahun ini sudah bekerja dengan baik terutama dalam hal kepengurusan visa.
Agus berharap agar proses perjalanan JCH baik di Indonesia maupun selama di Arab Saudi dapat berjalan dengan baik dan lancar sebagaimana harapan kita semua.
Agus juga mengimbau para JCH agar terus menjaga kesehatan mereka, karena itu merupakan modal utama dalam melakukan proses untuk mendapatkan Haji Mabrur.
"Saya minta agar para Jamaah tidak bertindak sendiri-sendiri tanpa melakukan koordinasi dan komunikasi sebelum mengambil keputusan untuk mengerjakan sesuatu," ujarnya.
Agus juga menyarankan kepada petugas agar mengatur posisi tempat duduk para JCH di pesawat dengan baik.
"Jangan sampai ada JCH yang usianya sudah tua tetapi mendapat tempat duduk jauh atau di lantai atas, sehingga mereka yang berusia lanjut bisa kelelahan setelah naik dan turun dari pesawat," pungkasnya.
450 orang JCH yang tergabung dalam Kloter 1 itu, 252 orang berasal dari Kota Makassar dan 199 orang dari Kabupaten Soppeng. JCH Kloter 1 menurut jadwal akan diberangkatkan pada hari Selasa (9/8) pukul 09.40 Wita, dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia Airlines dengan nomor penerbangan GA 1101.
Untuk tahun ini, jumlah total JCH yang diberangkatkan melalui embarkasi Makassar berjumlah 11.986 orang yang terbagi dalam 27 Kloter.
Kloter 1 yang diberangkatkan pada hari ini (kemarin), dijadwalkan kembali ke Indonesia pada tanggal 17 September 2016 mendatang.
Untuk menekan tingginya angka kematian Jamaah Calon Haji (JCH) dari embarkasi Makassar saat menunaikan ibadah haji di Baitullah, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel mengaku telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel untuk menyiapkan langkah antisipasi.
Kepala Bidang Penyelengaraan Haji dan Umroh (PHU) Kanwil Kemenag Sulsel Iskandar Fellang mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya antisipasi sejak jauh hari untuk ke-27 Kloter CJH asal embarkasi Makassar.
Bahkan, hal ini dikatakannya menjadi salah satu prioritas yang harus di terapkan kepada para CJH.
Iskandar menjelaskan, ada 5 macam tahapan pencegahan penyakit secara ekstra untuk para JCH, yaitu penanganan di Kloter, penanganan Sektor, penanganan Daerah Kerja (Daker), penanganan oleh Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan terakhir dirujuk ke Rumah Sakit.
"Dari ke lima tahapan itu, semua lengkap dengan dokter dan perawatnya. Kalau tidak bisa ditangani, terkahir akan dirujuk ke Rumah Sakit," terangnya.
Akan tetapi menurutnya, sejauh ini para JCH dari embarkasi Makassar tidak pernah sampai dirujuk ke Rumah Sakit. Pihaknya juga berharap para CJH tetap sehat selama melakukan ibadah hajI di Baitullah.
"Kita sudah sosialisasi kepada Kota dan Daerah bagaimana caranya mengantisipasi cuaca disana. Disana juga disediakan indekos yang menyediakan buah-buahan, minuman dan makanan yang sehat, serta obat-obatan," ujarnya.
Sementara itu, sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi Sulsel juga mengerahkan 27 tim medis untuk mengawal JCH embarkasi Makassar tahun ini.
Menurut Kepala Dians Kesehatan Provinsi Sulsel, Rahmat Laief, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika para JCH ada yang mengalami kelelahan hingga berujung pada melemahnya kondisi tubuh. Apalagi menurut informasi yang diterimanya, suhu di Mekkah saat ini mencapai 55 derajat celcius.
"Tim Medis sudah siap. Totalnya 27 tim, dan dalam satu tim itu ada tiga orang yang terdiri dari satu dokter, dan dua perawat. Itu untuk mengawal para JCH yang diberangkatkan dari embakarsi Makassar," terang Latief. (Fo/Jn)
0 komentar: