Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar monitoring dan evaluasi satuan kerja perangkat daerah untuk triwulan II tahun 2019, Selasa (16/7/2019).
Sekretaris Daerah Kota Makassar menyebut secara akumulatif kemajuan serapan anggaran SKPD berada kisaran 22 persen untuk belanja langsung dan realisasi fisik baru sekitar 30 persen.
Kendati demikian, jika dibandingkan dengan capaian triwulan II tahun 2018, Ansar mengungkap terjadi penurunan serapan anggaran.
“Belanja langsung hampir 22 persen, fisik 30 persen. Tapi kalau dibandingkan dengan bulan yang sama 2018 lalu, terjadi penurunan,” ujarnya.
Dia meminta SKPD segera melakukan evaluasi secara komprehensif terkait progres program kerja. Pasalnya, anggaran yang tidak digunakan akan dialihkan ke program yang lain, yang diprioritaskan.
“Kita kaitkan dengan dengan rencana APBD Perubahan nanti. Jadi betul-betul harus dievaluasi, mana yang program yang tidak jalan, yang sementara berjalan,” kata dia.
Sementara itu, Kabid Perencanaan dan Pengendalian Bappeda Makassar, Anwar meminta SKPD yang berada dalam kategori capaian rendah agar melakukan akselerasi untuk mengejar ketertinggalan.
“Jadi teman-teman SKPD yang berada di kategori rendah agar memacu serapannya, apalagi yang berhubungan soal pengadaan melalui ULP agar bersegera menuntaskan kendala yang dihadapi,” ucap Anwar.
Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat 28 SKPD yang berada dalam kategori tinggi, untuk kategori sedang dengan rentang 18-34 persen ada 25 SKPD. Sedangkan untuk kategori rendah 0-17 persen ada 9 SKPD.
0 komentar: