Kepala DPKP Makassar Hamka mengatakan, aparong hunian ini mirip dengan program bedah rumah yang kerap muncul di layar televisi.
DPKP memilih rumah warga bernama Latof Dg Nai di Jalan Teluk Bayur sebagai pilot project dari program tersebut.
Rumah dengan tipe 24 ini nantinya akan disulap oleh DPKP menjadi rumah layak huni yang nyaman dan berkualitas.
“Ini murni untuk masyarakat berpenghasilan rendah( MBR), dari hasil konsultasi RW, RT, Lurah dan Camat setempat. Serta hasil survei IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) dan Dinas Perumahan,” kata Hamka, Sabtu (9/2/2019).
Hamka mengungkapkan, pengerjaan aparong ini tidak terlalu membebani anggaran pendapatan belanja daerah, sebab pengerjaan hingga materialnya menggunakan dana hibah dari csr perusahaan.
“Anggarannya sementara saya tanyakan ke yang kerjasama, kira-kira kurang lebih Rp 50 juta. Untuk peresmiannya kita tunggu kepastian Pak Wali (Moh Ramdhan Pomanto),” ucap Hamka.
0 komentar: