MACCANEWS -Mappadendang atau yang lebih dikenal dengan sebutan pesta panen pada suku bugis Barru merupakan suatu pesta syukur atas keberhasilannya dalam menanam padi kepada yang maha kuasa. Mappadendang sendiri merupakan suatu pesta yang diadakan dalam rangka besar-besaran. Yakni acara penumbukan gabah pada lesung dengan tongkat besar sebagai penumbuknya. Seperti halnya yang dilaksanakan di Dusun Pacciro Desa Libureng Kec. Tanete Riaja, Sabtu malam lalu.
Acara adat ini dulu umumnya dilakukan oleh masyarakat-masyarakat di berbagai daerah, begitu selesai mereka lalu menjemur dibawah terik matahari. Kegiatan ini merupakan hal yang sangat sering dilakukan oleh para petani orang bugis Barru. Dikenal juga Manre ase baru yang merupakan lanjutan setelah mappadendang.
Sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah, Bupati Barru Suardi Saleh bersama Camat Tanete Riaja, Kepala Desa Libureng, Kepala Dusun Pacciro dan tokoh masyarakat setempat turut bersama - sama menyaksikan acara yang sakral tersebut.
Dalam sambutannya Suardi menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini perlu kita lestarikan karena acara mappadendang ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah atas hasil panen yang diperoleh, menjalin silaturahmi, serta memupuk rasa kebersamaan.
Selain bentuk suka cita, ritual mappadendang juga dimaksudkan untuk mempertahankan warisan budaya leluhur yang dikhawatirkan makin ditinggalkan generasi muda. Kepekaan warga Dusun Pacciro dalam menjaga budaya para leluhurnya, memang masih sangat kental. Ritual mappadendang, biasanya dilakukan selama tiga malam.
Pada kesempatan yang sama Suardi Saleh menitip harapan bahwa Sangat penting menjaga dan melestarikan seni serta budaya daerah. Pemerintah Kabupaten Barru akan konsisten menjadikan ritual pesta panen mappadendang menjadi program budaya tahunan dalam rangka memelihara nilai-nilai seni budaya. "Mappadendang akan kami jadikan kalender even pariwisata Kabupaten Barru dalam rangka melestarikan nilai-nilai kearifan lokal serta peningkatan kepariwisataan." tandasnya. (fan)
0 komentar: