MACCANEWS - Peringatan Hari Nusantara tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar, diwarnai dengan penyerahan secara simbolis, Sertifikat Hak atas Tanah Nelayan kepada 64 Nelayan di Kecamatan Buki dan 116 di Kecamatan Takabonerate serta penyerahan secara simbolis Kartu Asuransi Nelayan (KAN) kepada 327 masyarakat nelayan se Kabupaten Kepulauan Selayar, oleh Bupati Kabupaten kepulauan Selayar, Muh. Basli Ali kepada dua perwakilan masyarakat Selayar.
Peringatan Hari Nusantara tersebut berlangsung dfalam bentuk upacara dengan Inspektur upacara (Irup) Kapolres kepulauan Selayar, AKBP. Edy Suryantha Tarigan serta Komandan Upacara (Danup) Kapten Inf. Musiar, sementara peserta upacara masing masing satu regu dari anggota TNI Kodim 1415 Selayar, satu Regu anggota Polri dari Polres serta anggota Korpri Pemkab dan satu Regu anggota Drum Band SMK Kelautan, yang berlangsung dihalaman kantor Bupati Kepulauan Selayar, Rabu (14/12/2016).
Hadir dalam upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Nusantara tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar, diantaranya selain Bupati Muh. Basli Ali, juga hadir ketua DPRD, Ir. Arifin Daeng Marola dan beberapa anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dandim 1415, Letkol Arm. Yuwono, S Sos, MM, Kasi Pidsus Kejari mewakili Kajari, Sekda DR. Ir. H. Marjani Sultan, M Si, dan beberapa Kepala SKPD serta beberapa pejabat Eselon III.
Kapolres Kabupaten Kepulauan Selayar, AKBP. Edy Suryantha Tarigan, yang bertindak sebagai Irup pada Peringatan Hari Nusantara dalam membacakan sambutan menteri Kelautan dan Perikanan RI, selaku Ketua Harian Dewan Kelautan Indonesia bahwa deklarasi Djoeanda pada 13 Desember 1957 lalu merupakan tonggak penyatuan wilayah Negara RI yang utuh dari antara pulau yang satu dengan yang lain tidak terdapat laut internasional dan sebagai Negara Kepulauan. Olehnya itu laut bukan pemisah tetapi sebagai pemersatu bangsa.
Melalui deklarasi Djoeanda ini pula maka prinsip prinsip wilayah laut Negara Kepulauan diterima sehingga wilayah laut Indonesia bertambah luas menjadi kurang lebih 5,8 juta km2. Hari Nusantara juga ditetap oleh Presiden kelima RI, Megawati Soekarno Putri, melalui Kepres no. 128 tahun 2001.
Kapolres Edy Suryantha Tarigan dalam membacakan sambutan tersebut juga menyampaikan bahwa sebagai Negara kepulauan yang terbesar didunia, sebagian besar wilayah Indonesia maka hampi 75%, merupakan laut yang demikian luasnya, memiliki kandungan potensi ikan yang luar biasa, berupa ikan terumbu karang, rumput laut dan hutan bakau.
Peringatan Hari Nusantara tahun 2016 tersebut, mengambil Tema bahwa, peringatan Hari Nusantara adalah “Tata Kelola Potensi Maritim Nusantara yang baik menuju menuju Poros Maritim Dunia”.
Sementara itu Sekda Kabupaten Kepulauan Selayar, DR. IR. H. Marjani Sultan, M Si yang membacakan deklarasi Djoeanda menyampaikan batas lautan territorial (yang lebarnya 12 mil) diukur dari garis yang menghubungkan titik titik ujung terluar pada pulau pulau Negara Indonesia. (bun).
0 komentar: