MACCANEWS -- Sungguh apes nasib Bahtiar (43) warga Desa Tellulimpoe, Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Sinjai, Ia nyaris kehilangan tangan hanya karena persoalan ayam. Selasa (30/8/2016) di Desa Tellulimpoe.
Tangan Bahtiar nyaris putus akibat ditebas oleh mustaring yang masih merupakan satu kampungnya sendiri.
Dari informasi yang dihimpun, kejadian berawal dari se ekor ayam yang dijual Bahtiar dengan harga Rp 150.000 kepada mustaring, namun yang baru dibayar hanya Rp 100.000 dimana perjanjiannya akan diselesaikan tiga hari kemudian namun hingga jatuh tempo, pelaku pun belum membayar uang kekurangan tersebut.
Azmi yang merupakan adik Korban menceritakan bahwa saat itu Kakaknya (Bahtiar-red) merasa jenuh karena jatuh tempo sudah lewat dan sisa uangnya yang Rp 50.000 belum dibayarkan Bahtiar kembali mengambil ayam tersebut dan akan mengembalikan uang Mustaring yang Rp. 100.000, merasa tersinggung mustaring mendatangi rumah korban diduga dalam keadaan mabuk sambil membawa parang dan tanpa bertanya langsung menebas tangan korban hingga nyaris putus.
Usai menebas korban, pelaku pun tak berhenti sampai disitu, dia bahkan akan mengulangi perbuatannya dengan melayangkan tebasan kedua namun untuk mempertahankan dirinya korban sempat melawan dengan memumukul bagian kepala mustaring dengan kayu bakar hingga jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sinjai AKP Sardan membenarkan kejadian itu. "Iya korban dan pelaku sekarang sementara menjalani perawatan di rsud sinjai terkait kasusnya lagi dilakukan pendalaman," ungkap Sardan.
Hingga saat ini keduanya sedang berada di Rumah Sakit Umum Daerah sinjai untuk mendapatkan perawatan medis. (R17/jn)
0 komentar: