Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota mengadakan tes bahasa dalam rangka program kerja magang di Jepang. Pendaftaran dibuka sejak Februari lalu dan berakhir pada bulan Juni 2019 mendatang.
Kepala Disnaker Kota Makassar, Muhammad Mario Said menargetkan peserta yang lolos bisa mencapai lebih dari 30 orang. Pasalnya diketahui pada angkatan sebelumnya sebanyak 13 orang yang berhasil lolos
“Karena yang tes bahasa pada angkatan kemarin itu yang lulus itu cuman 13 orang, sehingga hari ini diulang lagi dan mudah-mudahan bisa lolos semua mencapai kuota 30,” ujar Mario, Selasa (2/4/2019).
Untuk persyaratan, Mario menjelaskan usia maksimal 26 tahun dengan tinggi minimal 160 cm untuk pria dan 150 cm untuk wanita.
“Kita sudah diminta untuk melakukan pendaftaran mengenai program magang ke Jepang tahun 2019. Itu syaratnya umur maksimal 26 tahun untuk tamatan SMA dan SMK,” paparnya.
Program magang ke Jepang ini, lanjut Mario, bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada pencari kerja untuk mengaplikasikan keahliannya. Meski masih berstatus magang, dia berharap peserta yang lolos bisa meningkatkan kompetensinya di dunia industri.
“Jadi nanti itu mereka magang selama 3 tahun di Jepang, bisa diperpanjang sampai 5 tahun. Tujuannya memberikan kesempatan bagi pencari kerja agar mereka mengaplikasikan keahliannya,” tukasnya.
Program magang ini menyasar para pencari kerja lulusan SMA/SMK. Agenda magang ke Jepang ini merupakan program Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Untuk penempatan kerja dengan perusahaan di Jepang, akan diatur dan ditentukan oleh Kemenaker. (*)
0 komentar: