Setiap memasuki bulan Ramadhan anak jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng) menjamur di kota besar, tidak terkecuali Kota Makassar.
Dalam catatan Dinas Sosial Kota Makassar, sebagian besar anjal maupun gepeng bukan penduduk asli Kota Makassar, melainkan dari luar daerah yang masuk ke Makassar saat bulan Ramadhan.
Plt. Kepala Dinsos Kota Makassar, Iskandar Lewa mengatakan, tahun ini penanganan anjal dan gepeng melibatkan berbagai unsur yang tergabung dalam tim terpadu.
“Yang pertama pastinya kesiapan personel satgas kami di Dinsos Makassar yang harus maksimal. Kita tidak sendiri, akan ada dari (Pemerintah) Provinsi yang akan turun. Jadi kami dalam satu Tim Terpadu,” ujar Iskandar Lewa, Senin (22/4/2019).
“Kami juga akan dibantu Pemerintah Kabupaten Gowa, Maros juga. Ada juga bantuan dari Dinas Perhubungan dan Satpol-PP,” katanya.
Iskandar Lewa menjelaskan, masing-masing memiliki wilayah patroli. Pemerintah Kabupaten Gowa dan Maros di kawasan perbatasan, yang menjadi akses anjal dan gepeng.
“Misalnya, daerah Simpang Lima Bandara dan zona perbatasan dibantu Pemkab Maros, begitu juga di Gowa. Kami di Makassar, seperti Jalan Veteran dan Losari,” jelas Iskandar Lewa.
Keberadaan anjal dan gepeng ini dinilai kerap mengganggu lalu lintas dan menjadi semacam agenda rutin tahunan yang menyasar kota besar.
0 komentar: