Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Abdullah memboyong seluruh anggotanya bertandang ke Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Senin (14/1/2019).
Kedatangannya ke Makassar seiring dengan upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan. Olehnya itu, DPRD bersama jajaran Pemerintah Kota Balikpapan melakukan study komparansi mengenai konsep dan implementasi laskar pajak yang dibentuk Bapenda Kota Makassar sejak 2017 lalu.
"Nanti minta resepnya sama Bapenda Kota Makassar. PAD kita naik tapi harus pakai otot dulu, itupun naiknya tidak seberapa," singkat Abdullah.
Kepala Bapenda Kota Makassar Andi Irwan Adnan mengatakan, bahwa keberadaan laskar pajak memberikan dampak yang cukup besar terhadap peningkatan PAD Kota Makassar.
Kata dia, laskar pajak yang terdiri dari 110 orang hanya menyasar objek pajak seperti hotel, restoran, hiburan dan parkir. Namun, ke depan diharapkan laskar pajak ini bisa menyasar BPHTB.
"Pengaruh pendapatan untuk laskar pajak itu minimal 20% kenaikannya, dan kita bisa jelas lihat dimasing-masing sektor misalnya pajak restoran berapa, hotel dan hiburan," ungkapnya.
Irwan menyebutkan bahwa laskar pajak ini bertugas untuk mencatat transaksi objek pajak yang diawasi. Tujuannya, untuk mencegah kebocoran pajak. Apalagi, potensi pendapatan pajak di Kota Makassar terbilang cukup besar.
Olehnya itu, seluruh petugas laskar pajak dilatih bagaimana cara berkomunikasi dalam menghadapi seluruh wajib pajak serta bagaimana tata cara pencatatan jumlah pajak yang harus dibayarkan.
"Minimal mereka (laskar pajak) memahami hitung-hitungan. Tugasnya mencatat transaksi, tidak ada tugas lain, dan ini meningkatkan pendapatan," tuturnya.
Harapannya, laskar pajak ini setidaknya bisa diterapkan di daerah-daerah lainnya, termasuk Balikpapan. "Program ini memberikan dampak yang luar biasa dan saya berharap ini bisa dikembangkan di daerah lain," ucapnya.
0 komentar: