MACCANEWS - Pasca sidak yang dilakukan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar bersama Polda Sulsel pada Rabu lalu di sejumlah agen elpiji 3kg di Kota Makassar. Jumat, (31/8/2018) siang tadi Disdag Makassar kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama berbagai pihak terkait sebagai tindaklanjut guna menjaga distribusi elpiji 3 kg bersubsidi kepada masyarakat.
Rakor yang dipimpin oleh Kadis Perdagangan, Drs. H. Andi Muh. Yasir, M.Si ini dihadiri stakeholder terkait diantaranya, GM PT. Pertamina MOR VII, Kadis Sosial Makassar, Kasubdit INDAG Ditkrimsus Polda Sulsel, Ketua DPC1 Hiswana Migas, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Reskrim Polrestabes Kota Makassar, dan Satpol PP Kota Makassar.
Pokok pembahasan dalam Rakor yang berlangsung kurang lebih tiga jam ini berlangsung cukup alot kali ini lebih kepada pembahasan penomena kelangkaan gas elpiji 3kg di Kota Makassar akhir-akhir ini.
Pasalnya, Sidak yang dilakukan Disdag beberapa waktu lalu distribusi dari pangkalan smpai kepada pengecer terpantau lancar dan tidak ditemukan gas elpiji 3 kg. Sementara Pihak Pertamina sendiri juga mengakui distribusi dan pemantauan terhadap agen dan pangkalan juga tidak ada kendala sudah sesuai dengan SOP dimana Pertamina mendistribusi 1,4 Juta tabung tiap bulan.
Manajer Komunikasi dan Relasi Pertamina Mor VII, Robby Ervianto, mengungkapkan kedepan akan mensuplai data pangkalan dan agen serta alamat penyalurannya by name by adress kepada Dinas Perdagangan Makassar sehingga semua pihak ataupun stake holder bisa mengawasi pasokan berapa banyak elpiji 3 kg yang tersebar di setiap kecamatan dan Kelurahan.
Kadis Perdagangan, Drs. H Andi Muh. Yasir, M.Si menambahkan bahwa dengan rencana penyerahan data agen dan pangkalan ke Dinas Perdagangan Makassar, tentunya kita Apresiasi pihak pertamina yang nantinya akan memudahkan pengawasan dan distribusi elpiji 3 kg ini karena memang harus bekerja dengan data.
”Jadi salah satu langkah untuk mengatasi kelangkaan elpiji ini yakni bekerja dengan data, misalkan setiap kelurahan berapa banyak masyarakat pra sejahtera (miskin), dari situ kita bisa tentukan berapa pangkalan disana, sehingga pendistribusian yang diperuntukkan bagi masyarakat pra sejahtera ini bisa tepat sasaran.” tuturnya.
0 komentar: