MACCANEWS - Esensi Lorong KB yang digagas Dinas KB Kota Makassar yaitu mengajak masyarakat menjaga kebersihan dengan mengingatian melalui tulisan sesuai program dari Pemkot Makassar yang dikenal dengan sebutan MTR akronim dari Makassar'ta Tidak Rantasa, Kamis (17/5/2018)
Berbeda dengan Kampung KB yang hanya dibentuk satu kampung untuk satu kecamatan saja.
Untuk mengetahui yang lorong yang dipilih dijadikan Kampung KB mewakili kecamatan dapat diketahui hanya dengan melihat gerbang lorongnya. Kampung KB di setiap kecamatan terdapat gerbang di ujung lorong bertuliskan Kawasan Kampung KB dan kemudian nama daerah atau wilayah Kampung KB terbentuk.
"Selain kami mendata jumlah penduduk dalam Lorong KB dan mendata pasangan usia subur untuk memberikan pemahaman serta mensosialosasikan program KB, kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan tempat tinggalnya. Membentuk Lorong KB yang bersih, sehat dan hijau kami harap dapat menjadi motivasi agar senantiasa menjaga kebersihan. Hasilnya-pun sudah dirasakan masyarakat sekarang ini," kata Kepala Dinas KB Kota Makassar, Daniel Pakambanan, belum lama ini.
Menerjunkan satu unit mobil layanan KB secara bergulir di setiap wilayah di Makassar, DPP-KB Makassar dibantu tim teknis dari Dinas Kesehatan Kota Makassar turun memberikan pelayanan secara gratis ke masyarakat yang ingin ikut program KB.
Tim yang turun dan telah melakukan pendataan jumlah penduduk dalam lorong termasuk mendata pasangan usia subur di ajak untuk menjadi peserta KB.
Alasan mengajak pasangan usia subur menjadi peserta KB selain untuk kesejahteraan, juga bermanfaat bagi kesehatan dan keselamatan ibu dan anak.
Sebab di sosiasilisasi program KB menjelaskan pasangan usia subur yang telah memiliki momongan sebaiknya baru dapat kembali hamil dengan jarak minimal tiga sampai empat tahun untuk anak ke dua.
"Ada jangka waktu yang baik. Misalnya pasangan usia subur sudah melahirkan dan memiliki anak pertama, jaraknya yang baik baru kembali punya anak tiga sampai empat tahun. Ada pengaruhnya untuk itu salah satunya demi keselamatan perempuannya," terangnya.
Kesadaran masyarakat di Kota Makassar ikut program KB dilihat cukup meningkat. Banyak masyarakat ikut KB dengan melakukan konsultasi dan pemeriksaan di klinik dengan berbayar. Dan ada juga yang memilih untuk dilayani oleh kami agar mendapat lebih penjelasan.
"Bagi yang mampu silakan ke klinik, kalaupun mau ke kami juga silakan.
Kami menyasar memberikan pelayanan kepada masyarakat pinggiran dan kurang mampu. Jadi calon peserta KB tidak lagi memikirkan soal biaya ikut KB. Suntik, spiral dan pil KB kami berikan secara gratis dan inilah menjadi tanggung jawab dan tugas kami di pemerintah kota untuk masyarakat dan Kota Makassar Dua Kali Tambah Baik," tuturnya. (*)
0 komentar: