MACCANews –-- PLN Ranting area Kabupaten Kepulauan Selayar, selalu berupaya setiap tahunnya untuk pengembangan perbaikan jaringan listrik dibeberapa titik mulai dari jaringan listrik dari Pamatata bagian utara menuju selatan, Pariangan dan sekitarnya, untuk memaksimalkan pelayanan.
Sebagaimana yang terlihat ahir ahir ini yakni dengan penggantian Tiang Listrik besi, yang sudah mulai keropos menjadi tiang listrik Cor Beton dengan jumlah sekitar 1000 batang.
Hal ini disampaikan oleh Manager PLN, Ranting Area Kabupaten Kepulauan Selayar, Dani Hamdani, kepada beberapa wartawan dari perwakilan Media yang, di kantor PLN, Senin (18/9/17).
Penggantian tiang listrik cor beton adalah rekor tertinggi, selama ini, terkait dengan kondisi alam Kepulauan Selayar yang dikelilingi lautan sehingga, diperkirakan akan mampu bertahan antara sepuluh sampai lima belas tahun.
Setelah penggantian tiang listrik cor beton selesai, PLN Selayar, juga rencananya akan mengganti instalasi kabel jaringan dari kabel telanjang menjadi kabel terbungkus, sehingga tingkat keamanannya dari gangguan pohon sedikit berkurang.
Jaringan kabel yg terbungkus diperkirakan mencapai 170 KM panjang jaringan dan direncanakan tahap awal akan dimulai penggantiannya sekitar 8 Km, sehingga akan menambah keandalan dari PLTD Tangkala.
Manager PLN Selayar, Dani Hamdani, juga sampaikan bahwa khusus jaringan listrik menuju Rumah Sakit Umum Daerah KH. Haiyung, akan dipasang jaringan jalur khusus dan selanjutnya diteruskan ke arah Bandar Udara H. Aroeppala. Selain itu penggantian jaringan listrik dengan kabel terbungkus selanjutnya akan diteruskan ke jalur menuju Batangmata.
Terkait masih seringnya terjadi pemadaman dibeberapa lokasi tertentu, pihaknya tidak bisa pungkiri, bahwa PLTD Tangkala yang dianalogikan sebagai perahu kecil, begitu ada guncangan angin kecil, maka pembangkit langsung terasa dan mengakibatkan mesin menjadi treble yang ahirnya listrik padam.
Sementara itu kemampuan seluruh mesin pembangkit, yang ada saat ini, 7 MW atau 7000 KW, dan daya terpasang 7 MW, akan tetapi terpakai rata rata 5 MW, termasuk pemakaian pada saat beban puncak yang mencapai 4,8, MW, sehingga masih ada tersisa 200 kw, dijadikan persiapan ketika ada masalah pada pembangkit di PLTD Tangkala. Sekedar diketahui bahwa mesin pembangkit di PLTD Tangkala, kadang masih peka dengan gangguan. (daeng)
0 komentar: