![]() |
Ilustrasi |
Puluhan sepeda motor tersebut merupakan milik para pelaku balap liar yang kerap meresahkan masyarakat. Namun, pihaknya berharap agar para pelaku balap liar tidak lagi melakukan aksi berbahaya tersebut. Pasalnya, aksi tersebut dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang bisa merenggut nyawa orang lain dan pengendaranya.
Sebelumnya, dua bocah menjadi korban tabrakan sepeda motor dalam balapan liar di Jalan Lingkar Kapasa-Parangloe Makassar. Kedua bocah nahas tersebut berinisial A (11) dan I (11), yang tertabrak sepeda motor yang dikemudikan Hariyanto (18), warga Biringkanaya. Kedua korban dan teman-temannya sedang menyaksikan aksi balapan liar di jalan yang masih sepi dari permukiman warga, tidak jauh dari kawasan proyek properti milik Grup Ciputra, Tallasa City.
Kapolsek Tamalanrea, Kompol Aisyah kepada wartawan menyebutkan korban tertabrak saat sedang menonton aksi balapan liar. Pelaku yang sudah diamankan tidak dapat mengendalikan laju sepeda motornya yang dipacu kencang.
"Korban A meninggal di lokasi kejadian, I meninggal di Rumah Sakit Wahidin, satu korban lainnya masih dirawat," ucap Aisyah.
Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Hamka tidak memberi komentar saat dimintai konfirmasi terkait dengan balapan liar yang menelan dua korban jiwa itu.
Aksi balapan liar saat Ramadan kerap dimanfaatkan kawula muda di Makassar untuk uji nyali di atas roda, tanpa mempertimbangkan keselamatan dirinya dan pengendara lain. Aksi balap liar ini sering dilakukan di sekitar Jalan Veteran dan Jalan Bandang, pada malam dan pagi hari. (*)
0 komentar: