MACCANEWS -- Fenomena alam tiba-tiba muncul dalam rumah Adi Affandi dan H. Muh. Arif di dusun Harue Kelurahan Ballasara Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba, Rabu (26/10/2016) malam kemarin, membuat penghuni kedua rumah itu khawatir terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
Menyikapi munculnya asap dan bau yang dicurigai bau belerang, bupati Bulukumba A.M. Sukri A. Sappewali dari Semarang, memerintahkan kepala BPBD A. Akrim Amir bersama Kepala Badan Lingkungan Hidup Abd. Rahman untuk sesegera mungkin ke lokasi tersebut, guna mencari tahu sumber dari asap tersebut.
A. Akrim yang dihubungi Kamis (27/10/2016) menjelaskan, dia bersama anggotanya tiba di lokasi jam 24.00 wita setelah meneruma laporan dan perintah bupati. Saat tiba di rumah Adi Affandy, dia melihat tegel lantai rumah itu sudah dibongkar dan terlihat asal keluar dari lubang lantai rumah itu disertai bau menyengat.
Langkah awal yang dilakukan sesuai dengan kewenangannya, seluruh penguhuni rumah tersebut, dievakuasi ke rumah keluarganya, karena dikhawatirkan bisa mengganggu kesehatan jika bau menyengat itu terus dihirup. Selain itu, mereka masuk ke area sumber asap diberikan masker, termasuk petugas.
Dijelaskan Akrim, sesuai keterangan dari Adi Affandi, fenomena alam itu, mulai dirasakan sejak satu bulan lalu. Karena penasaran, tegel lantai rumah milik Adi, dibongkar, kemudian digali beberapa centimeter dengan menggunakan linggis, saat itu muncul asap disertai bau tak sedap, selanjutnya dilaporkan ke pemerintah.
Selain rumah Adi Affandi, rumah milik H. Muh Arif yang bersebelahan dengan rumah Adi, juga terasa panas dari salah satu lantai kamar, sehingga diputuskan keluarga H. Muh Arif juga dievakuasi, demi menghindari hal hal yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan.
"Untuk sementara, hasil pemeriksaan dari petugas lingkungan hidup, bau yang dikeluarkan dari asap itu bau sulfur, yang jika terus dihirup, bisa mengganggu kesehatan.Makanya diputuskan 6 orang penghuni rumah H.Muh Arif dan 4 orang penghuni rumah Adi Affandi, kami evakuasi," jelas Akrim.
Ditambahkan, saat ini belum duketahui berapa kedalaman sumber asap yang muncul di rumah Adi, sehingga diharapkan adanya bantuan dari Propinsi Sulsel, untuk melakukan penelitian terhadap fenomena alam ini.
Dan sejak kemarin police line sudah terpasang di sekitar sumber asap. "Kami juga mencoba memasang panci berisi air pada lubang sumber asal, setelah kurang lebih 20 menit, air dipanci terasa panas dan gelaa plasti yang digunakan menutup lubang itu, warnanya berubah menjadi kekuning kubingan," jelasnya.
Sementara itu, Wakil bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto yang berasal dari Kelurahan Ballasaraja, yang dihubungi menyatajan, setelah menerima informasi soal adanya fenomena alam di HarueKelurahan Ballasaraja, dia meminta agar masyarakat di sekitar lokasi tetap waspada, untuk menghindari jangan sampai asap itu mengandung zat beracun.
"Kami masih menunggu hasil kajian dari Dinas pertambangan dan penanggulangan bencana yang saat ini masih berada dilokasi untuk memastikan apakah kandungan asap tersebut membahayakan bagi masyarakat atau tidak," kata Tomy. (Aso/Jn)
0 komentar: