![]() |
Paskibraka Kabupaten Maros |
MACCANEWS -- Ketua Ikatan Keluarga Purna Paskibraka Indonesia (IKPPI) Maros, Andi Baso Amir menyayangkan terjadinya sebuah insiden yang memalukan pasca malam ramah tamah dan penutupan pemusatan pelatihan Paskibraka Maros 2016 yang digelar di gedung Pemda Maros beberap hari lalu.
Saat ditemui, Aso sapaan akrabnya mengatakan, insiden ini jelas mencederai lembaga Paskibraka. Dugaan pelecehan seksual yang kembali terjadi pada anggota Paskibraka tahun 2016 ini, bukanlah kali pertama. Ia menyebutkan, hal serupa juga pernah terjadi pada tahun 2013 silam.
"Dinas Pemuda dan Olah Raga dan Seni Maros, seharusnya bertanggung jawab atas insiden yang memalukan ini, karena bukan kali ini saja terjadi. 2013 lalu, peristiwa memalukan seperti ini juga pernah terjadi," katanya, Jumat (19/8/2016).
Aso menuturkan, anggotanya tidak terima dengan tindakan oknum alumni paskibraka yang diduga melakukan pelecahan seksual kepada salah seorang anggota Paskibraka yang baru saja menunaikan tugas mulianya. Lebih fatal lagi, salah seorang yang diduga pelaku lainnya bukan dari alumni Paskibraka.
"Dari informasi yang saya dengar sendiri dari salah seorang korban, kedua orang ini sudah berusaha melakukan perbuatan yang tidak senonoh kepadanya. Mereka (Korban) takut melapor ke Polisi karena diancam akan dikeluarkan dari organisasi alumni paskibraka," terangnya.
Fakta dugaan terjadinya tindakan pelecehan seksual, kata Aso, adalah saat kedua orang yang diduga pelaku ini babak belur setelah dipukuli oleh penangung jawab asrama yang mendapati mereka tengah melakukan usaha pelecehan seksual kepada kedua pelaku di tempat yang berbeda.
"Kami tidak akan membiarkan ini terjadi lagi. Intinya, kami ingin agar kasus ini bisa ditangani oleh petugas kepolisian agar menjadi pelajaran bagi panitia lain kedepannya. Kami akan mendampingi kedua korban untuk melapor ke Polisi," ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun, Dugaan pelecehan seksual ini terjadi Kamis (18/8/2016) sekitar pukul 03.00 wita di Asrama pemusatan pelatihan Paskibraka Maros di Kompleks ATKP Maros. Saat itu, 70 orang Paskibraka tengah beristirahat setelah acara ramah tamah dan perpisahan. Salah seorang yang diduga pelaku masuk kedalam kamar korban meminta makanan. Namun, lama kelamaan menunjukkan gelagak yang mencurigakan hingga akhrinya, korban menghubungi seniornya.
Sementara itu, korban yang diduga disekap didalam toilet juga bernasib yang sama. Ia bisa diselamatkan, saat tidak sengaja ditemukan oleh seniornya. Kedua pelakupun sempat dipukuli hingga babak belur, sebelum diamankan oleh tim pelatih yang juga datang pasca insiden itu.
Diketahui, diduga pelaku ini adalah salah seorang oknum alumni Paskibraka tahun 2009, Abdul Rajab. Sementara Pelaku lainnya yang bukan anggota almuni paskibraka bernama Andi Ihsan alias Pissong. Insiden ini dinilai oleh beberap alumni Paskibraka Maros sebagai insiden memalukan bagi sepanjang sejarah Paskibraka Maros. (R1/Jn)
0 komentar: