Sekretaris DPC PDIP Makassar Mesakh Raymond Rantepadang berharap Yusran Yusuf yang baru sehari dilantik sebagai Pejabat Wali Kota Makassar menggantikan Muhammad Iqbal Samad Suhaeb bisa melayani masyarakat dengan baik.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Makassar itu menambahkan untuk mencapai hal tersebut, maka konsolidasi birokrasi adalah utama yang harus dilakukan Prof Yusran di tengah pandemi coronavirus disease 2019.
"Kalau birokrasi bagus, maka tentu melahirkan solidaritas kerja yang baik dan tentu akan berdampak baik bagi pelayanan ke masyarakat," ujar Mesakh kepada Tribun via pesan Whatsapp, Kamis (13/5/2020).
Wakil Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Makassar tersebut menambahkan, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mendengar seluruh keluhan masyarakatnya lalu menindaklanjuti apa keinginan masyarakat.
"Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang peka melayani, punya kepedulian dan yang paling utama komunikasi masyarakat baik," kata Mesakh.
"Juga jelas dalam SK menteri bahwa tugas utama pejabat wali kota harus menjaga netralitas ASN dalam memfasilitasi pemilihan wali kota defenitif," kata Mesakh menambahkan.
Terkait penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Mesakh berharap berjalan lancar. Karena itu harus ada langkah-langkah konkret dari Prof Yusran.
Seperti kata Mesakh menyolidkan birokrasi karena ketika birokrasi solid, semua protap dan sistem akan berjalan dengan baik pula.
"Hirarki pemerintahan kita kan sudah jelas jenjangnya sehingga apapun program dan kegiatan pemerintah kota ketika ada soliditas dan kebersamaan, maka Insya Allah tujuan dan sasaran tercapai," ungkap Mesakh.
Mesakh menambahkan bahwa pembagian sembako harus selalu dievaluasi sehingga kelonggaran PSBB jangan kebablasan dan kesemrawutan distribusi sembako itu bisa diatasi.
"Saya berharap pemerintah betul-betul hadir dalam kesusahan masyarakat. Paling penting lagi adalah Pj wali kota harus senantiasa membuka diri untuk menerima masukan masukan yg solutif, karena mengelola pemerintahan seperti Makassar yang sangat heterogen dan plural perlu pencermatan dan kecerdasan yang inovatif dan saya optimistis Prof Yusran bisa," kata Mesakh.
0 komentar: