Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar terus memberi pemahaman terkait Sanitasi Program Hibah Air Limbah Setempat di Kota Makassar.
Hal tersebut dilakukan guna memberikan pemahan kepada masyarakat terkait persoalan penanganan limbah air yang sering terjadi di tengah masyarakat.
“Keterlibatan masyarakat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemanfaatan merupakan kunci untuk mewujudkan seratus persen sanitasi layak, nol persen pemukiman kumuh, dan seratus persen akses air bersih,” kata Iriani. Senin (16/4/2019).
Saat ini sejak 2017 Kota Makassar telah dilirik kemajuannya dalam upaya menuju Pencapaian Universal 2018 100-0-100 sehingga digelontorkan hibah Rp 1,5 milyar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI.
Lanjut Iriani menuturkan Makassar merupakan wilayah percontohan untuk sanitasi perkotaan. Di mana awal Desember lalu Kota Makassar menjadi tuan rumah City Sanitation Summit 2017.
Ia memaparkan, program skala nasional yang tertuang dalam RPJMN tersebut membutuhkan percepatan di sejumlah kawasan kumuh di Kota Makassar. Dia menyebutkan terdapat 12 kelurahan yang menjadi fokus percepatan ini.
“Jadi selain penyamaan persepsi, dalam kegiatan ini kita sosialisasikan ke masyarakat bahwa kita diberikan hibah dari Kementerian PUPR, maka dari itu kita ingin mengecek seperti apakah ada IPAL Komunal yang memerlukan perbaikan, ataukah penambahan,” terangnya.
0 komentar: