MACCANEWS - Dari 21 inovasi yang dikirim oleh Pemkot Makassar ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) dalam rangka Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2017, terdapat 2 program yang lolos ke tahap selanjutnya yakni Lorong Sehat Dinas Kesehatan Kota Makassar dan Dongeng Keliling (Dongkel) With Mobile Library Dinas Perpustakaan Kota Makassar .
Saat ditemui oleh makassarmetro.com di ruangannya, Kamis (13/4/2017), Sekretaris Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Muhyiddin merasa sangat bersyukur inovasi Dongkel dapat lolos ke tahap presentasi dan wawancara di hadapan Tim Panel Independen 17 April 2017 mendatang di Kemen PANRB, jln. Jend. Sudirman Kav.69 Jakarta.
“Rencananya Walikota Makassar yang akan melakukan presentasi di Jakarta. Kami selaku pelaksana teknis program Dongkel akan berkoordinasi dengan Walikota terkait persiapan bahan presentasinya,” jelas Muhyiddin.
Muhyiddin mengaku optimis Dongkel dapat memenangkan kompetisi ini. Sebab menurutnya, dengan keberadaan Dongkel perlahan minat baca masyarakat khususnya anak-anak meningkat. Apalagi motto Dinas Perpustakan yakni “Lebih Dekat dan Bersahabat” dianggap sebagai kekuatan tersendiri dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat
“Kita ingin menghilangkan kesan bahwa membaca adalah kegiatan yang membosankan, maka dari itu kami berkolaborasi dengan Komunitas Dongeng. Jadi selain menghadirkan perpustakaan keliling, melalui pendongeng kita ingin menunjukkan bahwa membaca adalah kegiatan yang menyenangkan,” jelas Muhyiddin.
Dia menambahkan Dongkel beroperasi secara terjadwal, mulai dari sekolah-sekolah, perpustakaan kelurahan, dan tempat-tempat keramaian. Namun, banyak juga permintaan dari masyarakat untuk menghadirkan Dongkel di lingkungannya sehingga harus diprioritaskan. Sebab menurutnya, tujuan dari Dongkel With Mobile Library ini sendiri adalah untuk menumbuh kembangkan minat baca masyarakat dan juga sejak dini kepada anak-anak.
“Survey 2016 tingkat minat baca masyarakat 39,49 %, termasuk kategori rendah. Namun, setelah beroperasi mulai Februari 2017 direspon positif oleh masyarakat, kadang 5-10 permintaan per hari untuk menghadirkan Dongkel. Apalagi anak-anak sangat senang dan antusias dengan kehadiran pendongeng,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut Muhyiddin berterima kasih kepada pendongeng serta Walikota Makassar atas inovasi yang visionernya. Dan juga memohon dukungan warga Kota Makassar dalam meningkatkan minat baca dan budaya literasi.
0 komentar: