Rapat Paripurna ini dipimpin langsung Ketua DPRD Makassar, Farouk M Betta didampingi Wakil Ketua I DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali, Wakil Ketua II DPRD Makassar, Erick Horas, Wakil Ketua III DPRD Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti yang dihadiri oleh Walikota Makassar, Ramdhan Pomanto, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh pejabat struktural Pemerintah kota Makassar.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa rancangan Perubahan APBD 2017 yang diajukan tersebut, telah disusun secara arif dan bijak dengan lebih mempertajam skala prioritas, agar dapat dilaksanakan secara optimal, tepat sasaran, efektif dan efisien dengan tetap memperhatikan dan mengutamakan aspirasi yang berkembang dalam masyarakat.
“Rancangan Perubahan APBD yang diajukan ini disusun berdasarkan aspirasi masyarakat, baik yang direkam secara langsung oleh eksekutif melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan dan kota, maupun aspirasi masyarakat yang direkam oleh anggota dewan pada saat melaksanakan reses dan yang disampaikan ke Sekretariat DPRD Kota Makassar,” beber Danny.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa rancangan Perubahan APBD tersebut, terdiri dari Pendapatan Daerah yang direncanakan sebesar Rp3,51 triliun lebih dan Belanja daerah sebesar Rp3,68 triliun.
“Pendapatan itu ditargetkan Rp3,51 triliun lebih, sementara Belanja Daerah ditarget Rp3,68 triliun. Defisitnya yang Rp169,40 miliar lebih akan ditutupi melalui Pembiayaan Netto, yang terdiri dari Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp173,40 miliar lebih dan Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp4 miliar,” jelas Danny.
Danny juga mengungkapkan bahwa target PAD dalam APBD Pokok 2017 yang sebesar Rp1,33 trilun, mengalami peningkatan target pada PAD Perubahan APBD 2017 menjadi Rp1,48 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar Rp149,69 miliar (11,23%).
“Kita mengusulkan kenaikan target PAD tersebut berdasarkan optimisme kita dalam menggenjot pendapatan daerah, retribusi daerah, pos penerimaan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, kemudian dari pos penerimaan lain-lain PAD yang sah,” ungkapnya.
Menurut Danny, target peningkatan PAD di Perubahan APBD 2017 tersebut tetap dengan mempertimbangkan kemungkinan tambahan anggaran secara terbatas terhadap beberapa unit kerja secara selektif berdasarkan beban pokok dan fungsinya.
“Rancangan yang disiapkan oleh eksekutif ini mengacu pada kebijakan umum anggaran sebagaimana dijabarkan dalam prioritas dan plafon anggaran sementara yang disinergikan dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah Kota Makassar, tahun 2014-2019 dengan visi Makassar Kota Dunia Yang Nyaman Untuk Semua,” tandasnya.
Mengakhiri penjelasannya, Danny mengakui bahwa rancangan perubahan APBD tersebut belumlah dapat mengakomodir seluruh aspirasi dan tuntutan yang berkembang di masyarakat akibat keterbatasan yang ada. Namun, orang nomor satu di Makassar ini meyakini dengan kemitraan yang harmonis dan saling pengertian dari seluruh anggota DPRD Makassar, akan menjadi sebuah solusi mengatasi kelemahan dan kekurangan dalam rancangan Perubahan APBD 2017 ini.
“Demikian yang bisa kami sampaikan, bilamana ada hal yang dipandang perlu untuk dijelaskan lebih jauh, akan dibicarakan bersama pada tahap pembahasan teknis yang akan datang. Atas kerjasama yang baik dan saling pengertian dari anggota DPRD selama ini kami sampaikan terimakasih,” tutup Danny.
Sementara, Ketua DPRD Kota Makassar, Farouk M Betta, selaku pimpinan sidang menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Makassar beserta seluruh jajarannya yang telah memberikan penjelasan umum terkait rancangan perubahan APBD 2017. (Adhit)
0 komentar: