MACCANEWS--Seperti biasanya, H -10 Lebaran dipastikan menjadi puncak arus mudik. Perusahaan Daerah Terminal Makassar Metro lakukan rapat koordinasi bersama beberapa penyedia jasa transportasi dalam hal ini Perusahaan Otobus yang ada di Makassar untuk kesiapan menghadapi momen tersebut, sekaligus diskusi soal sinergitas antara PO dan PD Terminal Makassar Matro untuk kesiapan Terminal Regional Daya hadapi melonjaknya jumlah penumpang.
Rapat koordinasi dilakukan bersama Direksi PD Terminal Makassar Metro, Badan Pengawas Perusda dan unsur Tim Terpadu yakni Organda, TNI, Dinsa Perhubungan Kota Makassar dan Kepolisian. Beberpa perwakilan PO yang hadir adalah dari PO Primadona, PO Bintang Timur, PO Garuda dan PO Cahaya Solo.
Di masa lonjakan penumpang, pihak PD Terminal memberi keringanan pada PO untuk bisa mengangkut penumpang dari pool, namun tetap setelahnya harus masuk keterminal sebelum berangkat ke daerah tujuan.
Direktur Utama PD Terminal Makassar Raya, Hakim Syahrani membenarkan pengecualian yang dimaksud. Namun dengan catatan jika bus sebelumnya harus masuk terdahulu kedalam terminal. Selama diterminal, penumpang harus turun dan masuk melalui peron yang disiapkan dan bus menunggu selama satu jam di terminal sebelum berangkat. "Jadi pedagang yang ada di terminal juga hidup," kata Hakim.
Selain itu, pihaknya juga mempermantap fasilitas yang ada di terminal seperti diadakannya troli barang, ruang meroko khusus, ruang menyusui, pusat informasi dan memaksimalkan kebersihan terminal. "Karena terminal ramainya pada malam hari, kita juga tambah penerangan untuk meminimalisir tindak kejahatan," kata dia.
Sementara, perwakilan dari PO Litha, Heri mengatakan pihaknya setuju dengan pengecualian yang diterapkan pada H-10 dan H+10 Lebaran tersebut. Dalam waktu dekat ini, pihaknya juga akan lakukan pembenahan akses jalan terminal bersama dengan PD Terminal. "Kalau akses jalan rusak, mobil kita juga jadi rusak," kata Heri.
Soal lonjakan penumpang, Heri memprediksikan tidak akan begitu signifkan. Bahkan menurutnya, lonjakan penumpag pada puncah arus mudik nantinya hanya sebanyak 15 persen dari jumlah normal penumpang dihari biasa.
Pasalnya, pada kurun waktu 19 hari terakhir, jumlah penumpang menurun drastis. Jika pada hari normal pihaknya bisa menerjunkan 15 bus, namun kini hanya 7 bus dan jumlah penumpahnya hanya ada 45 persen dari total kursi yang ada. "Di H-10 nanti paling banyak kita menambah dua sampai tiga bus, meskipun kita standby 10 bus untuk antisipasi lonjakan. Ini karena sekarang adalah musim sekolah yang mempengaruhi jumlah penumpang," kata dia. (*)
0 komentar: