MACCANEWS--PSM Makassar terancam kembali menjadi tim musafir di Liga 1 2017. Berbagai persyaratan yang diamanahkan pada regulasi di kompetisi Liga 1 belum terpenuhi di Stadion Mattoanging yang bakal dijadikan markas oleh PSM makassar.
Diantaranya kapasitas lampu belum sesuai standar minimum 800 lux dan area media yang dihilangkan karena telah dijual untuk pemilik tiket terusan oleh panitia pelaksana pertandingan PSM.
Jika saja stadion yang dibangun tahun 1952 itu tidak lolos verifikasi, maka dapat dipastikan PSM akan mengikuti jejak Perseru Serui yang terusir dari kampung sendiri.
Berdasarkan regulasi yang diatur Konfederasi Sepak Bola Asia atau Asian Football Confederation (AFC) selaku badan pengatur sepak bola di Asia, area media wajib disiapkan oleh penyelenggara pertandingan kompetisi kasta tertinggi di sebuah negara.
"Itu wajib ada, karena ruang press konferensi media center dan tribun media adalah syarat kelayakan infrastruktur di lisensi klub AFC," tegas Direktur Media PSSI, Hanif Thamrin, saat dihubungi, kemarin.
Di Stadio Mattoanging sebenarnya sudah ada kursi khusus media. Area khusus wartawan ini sudah ada sejak Liga 1 tahun 1993. Namun di Liga 1 2017, area khusus media yang letaknya di bagian tengah tribun tertutup dijual oleh Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan PSM sebagai kursi tiket terusan.
Wartawan tulis diberikan tempat yang tidak representatif dan pandangan ke lapangan terhalang. Hal ini memicu aksi jurnalis olahraga Makassar tidak menghadiri jumpa media usai ujicoba PSM Makasar vs Persipura Jayapura di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Rabu (5/4/2017) lalu.
"Kita semua mengacu ke aturan lisensi klub AFC. Hal ini akan kita sampaikan ke direktur regulasi di Liga Indonesia Baru (LIB)," kata Hanif.
Hanif mengungkapkan, untuk aturan Liga 1 sebenarnya tidak seketat aturan AFC tapi tetap ada rekomendasi dari operator ke PSSI setelah dilakukan verifikasi.
"Kita akan terapkan syarat-syarat itu, tapi tidak seketat AFC terkait hal-hal yang sifatnya tidak mandatori dalam peraturan lisensi klub AFC. Nanti operator yg berikan rekomendasi ke PSSI," kata Hanif.
Hanif berharap Liga 1 bisa berjalan tanpa kendala. Sebab, ini adalah yang pertama kalinya kompetisi kasta tertinggi digelar kembali pasca pencabutan sanksi PSSI. "Ini kan pertama kali kompetisi kita jalan setelah sanksi dicabut," katanya. (*)
0 komentar: