MACCANEWS -- Untuk mendukung pelaksanaan program Teknopark Bantaeng, Pusat Teknologi Produksi Pertanian, Badan pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah bekerjasama dengan Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bantaeng melakukan kajian potensi dan aplikasi teknologi peternakan.
Tentunya ini adalah bentuk keseriusan Dinas Pertanian dan Peternakan mewujudkan program aplikasi reproduksi ternak ruminansia dan sumber pakan lokal.
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bantaeng Ir. H. Muhammad Zainuddin, MP, Peternakan di Kabupaten Bantaeng memang perlu dikembangkan sebagai salah satu penyokong sumber pendapatan masyarakat di Kabupaten Bantaeng.
Lanjut Muhammad Zainuddin, sesuai potensi dan kondisi masyarakat, ternak ruminansia khususnya kambing merupakan ternak yang tepat dibudidayakan di Kabupaten Bantaeng, tambah Muhammad Zainuddin, MP Kamis (27/10/2016).
Sementara koordinator kegiatan peternakan, drh. Nur Adianto mengungkapkan, berdasarkan kajian potensi sumber pakan lokal yang telah dilakukan BPPT meliputi identifikasi, daya dukung, dan nilai nutrisi.
"konsep integrasi ternak-tanaman ini merupakan konsep yang tepat dilakukan di Kabupaten Bantaeng dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan ternak," ungkapnya.
Disamping itu introduksi hijauan pakan ternak unggul juga dilakukan pada peternak diantaranya indigofera, desmodium rensoni dan flaminga microfilaria.
Peningkatan mutu genetik kambing lokal jika dilakukan dengan aplikasi sinkronisasi estrus dan insminasi buatan menggunakan semen beku kambing Boer maka dengan hasil kebuntingan mencapai 80%.
Selain itu telah diformulasikan pakan konsentrat berdasarkan potensi bahan pakan lokal, sehingga diharapkan para peternak mampu untuk memproduksi konsentrat sendiri. (Irma/Jn)
0 komentar: