MACCANEWS -- Sebanyak 10 kota di Indonesia yang tergabung dalam Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) Wilayah VI berkumpul di Makassar mengikuti Workshop Best Practice Transfer Program Kota Sehat bertempat di Condotel Hotel, Rabu (12/10/2016).
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto menyampaikan fokus pembangunan di Makassar bertumpu pada kesehatan. Salah satu kebutuhan mendasar bagi warga kota adalah pelayanan kesehatan.
Setiap warga kota berhak mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas, dan pemerintah berkewajiban untuk menyediakannya.
Olehnya itu, di awal pemerintahannya, Wali Kota Danny Pomanto tidak menyasar pembangunan di bidang infrastruktur melainkan berfokus pada suprastruktur yang menekankan pemberdayaan masyarakat berbasis lorong sebagai sel kota.
Bidang kesehatan pun menjadi fokus perhatiannya. Berbagai program digagas dan telah berjalan seiring dukungan masyarakat dan komitmen pemerintah kota.
Layanan Home Care atau Dottoro ta' yang kemudian berkembang menjadi Home Care berbasis Telemedicine yang memungkinkan masyarakat tanpa mengenal sekat sosial dan ekonomi mampu menikmati pelayanan kesehatan gratis 24 jam di rumah termasuk layanan EKG dan USG dengan memanfaatkan teknologi telemedicine dari 48 petugas Dottoro ta' yang tersebar di 45 Puskesmas dan rumah sakit pemerintah kota.
"Kami tak ingin melihat warga kami terlantar di rumah sakit ataupun Puskesmas milik pemerintah kota, bahkan dokter ataupun perawat siap mengunjungi pasien di rumah," terang Wali Kota Danny.
Program Home Care berbasis Telemedicine sukses mengantarkan Makassar meraih penghargaan Top 35 Inovasi Pelayanan Publik bersanding dengan 3 kota lainnya, Bandung, Samarinda, dan Pontianak.
Selain Home Care berbasis telemedicine, Pemerintah kota Makassar juga memiliki program Pendampingan 1.000 Hari Pertama Kelahiran bekerjasama Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Program ini memungkinkan ibu hamil mendapatkan pendampingan dari dokter dan mahasiswa kedokteran di bulan pertama kehamilan hingga usia anak menginjak dua tahun.
Wali Kota Gorontalo yang juga Ketua Apeksi Wilayah VI Marten A Taha menyebut Makassar kota yang menginspirasi kota - kota lainnya di Indonesia, "Makassar menjadi acuan dalam pengembangan smart city di Indonesia," sebut Wali Kota Marten.
Melalui workshop ini, Wali Kota Marten berharap, 10 kota yang hadir diantaranya Gorontalo dan Banjar Baru dapat melakukan transfer pengetahuan bersama Makassar.
Peserta workshop juga akan mengunjungi War Room, Lorong KB dan Lorong Garden untuk melengkapi transfer pengetahuan kota sehat di Makassar. (*/jn)
0 komentar: