MACCANEWS -- Dua rumah panggung di Kelumpang desa Tritiro Kacamatan Bontotiro, Senin (26/9/2016) ludes dilalap sijago merah.
Kedua rumah tersebut masing-masing milik H. Abd. Rssyid dan Hj. Juhaena. Berdasarkan informasi yang disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bulukumba, Andi Akrim Amir, laporan terkait kasus kebakaran yang terjadi di Kelumpang musibah kebakaran yang dialami kedua korban, diterima unit Pemadan Kebakaran sekitar pukul 13.50 wita, dan saat itu juga diturunkan tiga unit armada ke lokasi kebakaran yang jaraknya kurang lebih 20 km dari kota Bulukumba.
Dan saat tiba dilokasi kebakaran, kedua rumah tersebut sudah hampir ludes, sedangkan satu lagi rumah warga, juga nyaris dilalap api. "Untungnya masyarakat bersama petugas Damkar berhasil membongkar dindin rumah tersebut yang sudah mulai dijilat api," jelas Akrim, sambil menambahkan, anggota Damkar tetap berusaha menguasai titik api yang masih menyala dan seluruh petugas Damkar baru tiba di posko setelah magrib.
Ditanya soal kecepatan armada tiba di lokasi kebakaran, menurut Andi Akrim, kebetulan lokasi kebakaran yang terjadi siang tadi berada di luar daerah terlindungi, sehingga ketepatan tiba di lokasi kebakaran sulit diprediksi.
Dijelaskan yang dimaksud daerah terlindungi berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dikeluarkan Kemendagri, adalah jarak antara posko Pemadam Kebakaran dengan lokasi kebakaran mamsimal 7,5 Km, maka armada Damkar harus tiba dilokasi kebakaran tidak boleh lebih dari 10 menit.
"Jadi petugas kami juga diatur dalam menjalankan tugas, harus sesuai dengan SOP yang dikeluarkan Kemendagri," papar Akrim yang anggota Komunitas 86 SMA 1 Bulukumba .
Menyinggung soal penyebab kebakaran yang menghanguskan dua buah rumah panggung, Andi Akrim tidak mau berspekulasi. "Maaf soal penyebab kebakaran kami juga tidak tahu, begitupun dengan jumlah kerugian," kunci Andi Akrim. (R18/Aso/jn)
0 komentar: