Pemerintah Kota Makassar (Pemkot) lakukan penyekatan dalam rangka penerapan PPKM Level 4 dengan melakukan swab antigen secara acak bagi pengendara yang melewati pos penyekatan.
Pemeriksaan swab on the road ini dilakukan sejak, Kamis, 12 Agustus 2021 kemarin.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Iman Hud mengatakan pada pelaksanaannya, pengendara akan diarahkan kejalur swab.
“Yang di swab itu yang lewat dijalan namanya on the road, jadi pengendara roda empat dan roda dua yang lewat dijalan itu secara acak kita arahkan ke jalur mau diswab jadi kayak drive thru dia,” Jelasnya, Jumat (13/8).
Ia mengatakan Tracing On The Road dilaksana dengan tujuan membatasi pergerakan masyarakat demi memutus mata rantai Covid-19 karena dengan mobilitas yang tinggi cenderung dapat menyebabkan penyebaran.
“Na ini tujuannya untuk membatasi pergerakan orang dan salah satu factor untuk memutus mata rantai covd-19 adalah pembatasan mobiltas mengurangi mobilitas karena mobilitas yang tinggi itu cenderung bisa menyebabkan penyebaran makanya mobilitas masyarakat di batasi makanya inilah rangka dilakukannya, kan orang semua takut di swab makanya dia tinggal dirumah,” terangnya. (**)
Menurutnya kebanyakan pengendara yang terkena razia semuanya memakai masker dan telah mengetahui akan adanya razia masker sekaligus swab.
“Rata-rata yang kita razia ini, itu semua pakai masker ya mereka sudah tau ada razia masker sekaligus swab acak pengendara roda dua dan empat, jadi acak itu misalkan 1000 kendaraan ya sepuluh mo kita ambil karena kalau kita berentikan 1000 kendaraan macetnya pasti luar biasa,” katanya.
Lebih lanjut, ia menuturkan, jika pada saat dilakukan swab tes ada pengendara yang dinyatakan reaktif, maka seluruh penumpang di mobil atau di motor juga akan diswab antiggen.
“apabila salah satu yang ada di atas mobil itu kita swab dan positif maka semua yang di atas mobil kita swab, kemudian yang positif kita catat alamat rumahnya kemudian setelah ditau rumahnya kita tracing untuk di swab PCR, jadi ada namanya swab antigen ada namanya PCR na PCR yang konfirmatifnya itu dan itulah yang nantinya masuk program silacak,” ungkapnya.
Diketahui Tracing On The Road dilaksanaka di 4 titik yaitu Jl. Perintis, Jl. Penghibur depan Arya Duta, Jl. Hertasning dan Jl. St. Alauddin.
“Ia di kota Makassar itu cuman 4 titik tapi dampakya itu, jadi 4 titik itu dari hasil analisa kita karena kita tidak ingin membuat kota ini macet, kalaw kota macet berarti bagaimana adaptasi sosial pertumbuhan ekonomi dan akan berakhir selesai ketika PPKM level 4 selesai di tanggal 23 Agustus,” pungkasnya. (**)
0 komentar: