MACCANEWS--Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Makassar menjadwalkan peninjauan langsung pembangunan pedestrian Jalan Nusantara besok. Anggota Komisi C Rudianto Lalo mengatakan pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui kualitas pembangunan. Apalagi sebelumnya, Pemkot Makassar telah memberikan denda kepada kontraktor pelaksana proyek akibat keterlambatan penyelesaian.
"Kita turun untuk menjalankan sebagai fungsi pengawasan. Apalagi pekerjan pedestrian di Makassar ini menggunakan anggaran cukup besar, jadi harus dimaksimalkan sejak awal," kata Rudianto Lallo di gedung DPRD Makassar, kemarin.
Politisi Partai Nasdem itu mengatakan salah satu yang menjadi titik fokus kunjungan yakni untuk memeriksa langsung pemasangan bahan material. Disinyalir terdapat titik yang tidak terpasang dengan baik. Sehingga, itu pihaknya akan meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) betul-betul melakukan kroscek dengan detail. Jangan sampai belum terlalu lama digunakan, material sudah rusak kembali.
"Pembangunan pedestrian ini sangat mempengarahui keindahan, serta memperbaiki ruang publik. Jadi tidak boleh asal jadi," ujarnya.
Selain pedestrian jalan, Rudi sapaan akrabnya juga menjadwalkan peninjauan rencana penataan pedagang kaki lima (PKL) yang terletak di Jalan Kartini (Karebosi), Jalan Nikel dan sebagainya. Sejauh ini perkembangan pembangunan itu belum nampak.
"Anggaran untuk PKL sudah ada, jadi peninjauan ini untuk melihat hasil perencanaan Pemkot Makassar seperti apa,"ujarnya.
Ketua Komisi C, Rahman Pina membenarkan agenda tersebut. Menurut Politisi Partai Golkar ini peninjauan kelapangan merupakan rutinitas dewan. Dia berharap dengan peninjauan ini, pekerjaan infrastruktur tambah membaik dan semakin membantu meningkatkan ekonomi rakyat.
"Tidak hanya pedestrian rutin kita Awasi, tapi sejumlah yang berhubungan pembangunan tidak lepas dari pantauan," katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkot Makassar, M Ansar yang dikonfirmasi terpisah tidak memberikan tanggapan. Namun sebelumnya, Ansar menegaskan pihaknya memberikan deadline pada kepada Kontraktor untuk menyelesaikan pada 10 Maret lalu pekerjaan yang belum rampung.(*)
0 komentar: