MACCANEWS - Beberapa hari ini, media ramai memperbincangkan insiden ditemukannya belatung pada sebuah rumah makan di jalan Boulevard yang menjadi salah satu khas kuliner kota Makassar. Ketua Departemen Pengembangan Organisasi PP IKA Universitas Indonesia Timur, Arfian Hadi Saputra angkat bicara soal ini.
Menurutnya, persoalan ini harus disikapi karena menyangkut kesehatan orang banyak, karena hampir 40 persen warga makassar menjadikan kuliner ini sebagai makanan favorit, belum lagi luar Makassar Harusnya pengelolaan rumah makan haruslah higenis dan sesuai dengan SOP agar tidak membahayakan kesehatan konsumen.
Ketua Komisi A DPRD Makassar, Wahab Tahir juga mendesak agar dilakukan penutupan sementara usaha tersebut. Bersama komisi yang membidangi kesehatan diharapkan dapat duduk bersama dalam rangka membangun formula yg bisa dijadikan Standar Operasional Prosedur (SOP) para pengusaha kuliner.
“Kami mendesak untuk sesegera mungkin dibentuk tim terpadu bersama BPOM dan Pemerintah Kota Makassar bersama DPRD Makassar untuk dilakukan evaluasi dan inspeksi kepada pengusaha kuliner ikon Makassar,” katanya.
Kasus yang mendapat perhatian besar warga kota Makassar ini, diminta jadi warning terhadap kuliner lainnya yang belum dikelola secara higenis. (bal/yus)
0 komentar: