![]() |
Pengecekan Lintasan Batas Ilegal |
MACCANEWS -- Keamanan daerah perbatasan merupakan satu hal paling penting demi terjaganya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga Satgas Yonif Raider 700/WYC selalu aktif melaksanakan patroli yang dilaksanakan sejak sabtu tanggal 17 September 2016 oleh tim Kompi A Satgas Yonif Raider 700/WYC dengan kekuatan 15 orang yang dipimpin oleh Danpos Kalimao Lettu Inf Sahang Subaktyo.
Bergerak menuju patok batas MM 4.4. yang bergerak sejak pukul 08.00. Wita dari pos Yuruf selama kurang lebih 6,5 jam perjalanan. Dantim pun menginstruksikan pasukannya untuk istirahat dan bermalam di tengah hutan belantara sebelum melanjutkan perjalanan menuju patok batas MM 4.4 dan melaksanakan pengecekan tata batas NKRI.
Namun berdasarkan informasi dari kepala kampung bahwa masih banyak pelintas batas ilegal yang melintas melalui jalan jalan tersembunyi, Dantim Satgas Yonif Raider 700/WYC bertindak sigap memantau hal itu sehinga memutuskan untuk bermalam di tempat tersebut.
![]() |
Pengecekan Lintasan Batas Ilegal |
20 September 2016 pasukan bergerak melanjutkan perjalanannya kembali ke pos namun di tengah perjalanan sekitar pukul 11.25 wita pasukan menemukan gubuk di koordinat . 9305 9995 terdapat 2 orang laki-laki sedang berbincang di luar gubuk.
Salah seorang personel Satgas Yonif Raider 700/WYC yang hendak menyapa kedua orang tersebut lari saat melihat Satgas Yonif Raider 700/WYC, Saat itu juga Dantim memimpin pengejaran namun karena kondisi medan hutan yang lebat maka pengejaran gagal dilakukan yang mengakibatkan 2 OTK berhasil kabur ditengah hutan belantara sehingga Dantim memutuskan kembali ke lokasi dan melakukan penggeledahan gubuk tersebut.
Hasilnya didapat alat masak, noken berisi pinang dan sirih serta satu pucuk senjata api larans panjang jenis Arisaka rifle 30 kal 6,5 x 50 mm. Mengetahui hal tersebut di luar dari rencana patroli Dantim langsung melaporkan hasil ini kepada Dansatgas Letkol Inf Horas Sitinjak. (As/Nur)
0 komentar: