Ladang gas Shaer tersebut, beberapa hari ini telah menjadi lokasi pertempuran ganas antara militan ISIS dan para pendukung pemerintah Suriah. Ladang gas itu merupakan yang terbesar di provinsi Homs.
"Ada tiga ledakan hebat yang dilakukan ISIS pada Senin," ujar Rami Abdel Rahman, direktur kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/5/2016).
Dikatakan Abdel Rahman, ISIS diyakini telah meledakkan sejumlah pusat-pusat pompa gas. Tidak diketahui mengenai ada tidaknya korban dalam ledakan tersebut.
Ledakan itu dilaporkan terasa hingga ke Palmyra, kota kuno yang berlokasi sekitar 50 kilometer tenggara Shaer. Militer Suriah berhasil merebut kembali Palmyra dari tangan ISIS pada 27 Maret lalu, setelah sekitar 10 bulan ISIS menguasai kota tersebut.
ISIS menguasai ladang gas Shaer pekan lalu, namun militer Suriah dan para milisi pro-pemerintah terus berjuang untuk merebutnya kembali. Pertempuran sengit pun terus terjadi hingga saat ini.
Kelompok teroris ISIS telah menguasai sejumlah faislitas minyak dan gas di Suriah dan Irak untuk mendanai kekhalifahan Islam yang didirikannya. (dtk)
0 komentar: